Nge-Blog ala Kang Yunan

Icon

Kehidupan, IT, Teknologi Informasi, Gosip, Film, Artis, Budi Anduk, Sosial, Komunitas, Pemerintahan, Rumah Tangga, Masyarakat, Kuliner, Makanan, New Idea, Sport, Olahraga, Liputan, Ulasan, Renungan, Agama, Islam

Ketika Cinta Bertasbih : versi Sinetron vs versi Film Bioskop

Mulai minggu ini para pemirsa TV, khususnya pemirsa RCTI yang di daerahnya gak ada bioskop atau gak kebagian DVD bajakan filem (katanya) fenomenal mengguncang 3 benua (afrika, asia, dan australia), boleh seneng karena film garapan khairul umam ini ditanyangkan pertama kali di stasium RCTI awal minggu ini (sabtu 24/ 25 minggu).Dan diterukannya edisi KCB berbentuk sinetron pada hari senin 26 juli-nya.

Dari edisi filemnya sich menurut saya, yang termasuk kritikus film yang cerewet, banyak sekali kekurangan dan perlu berbaikan di sana sini, antara lain :

  • Pemilihan peran, beberapa aktor/aktris kurang cocok dan terlalu dipaksakan untuk menimbulkan kesan pemain pengalaman
  • Editing, kurang srek, beberapa masih ada yang perlu diedit lagi.
  • Jalan Cerita, hehe, namanya aja film njiplak dari novel, sasah ngatur-nya, cerita2 mana saja yang masuk dan tidak.
  • Penjiwaan, hehe ini yang susah, jarang banget pemain film indonesia yang handal di sini.
  • Beberapa Lighting,
  • Trus ada lagi, musik pengiring gak kreatif blas, gak ada variasi, cuma ngambil dari lagunya si melly aja.
  • Management klimaks dan anti klimask yang kurang mengigit
  • dan seterusnya, banyak banget

Tapi di samping nilai negatif, KCB juga lumayan lah dari pada film horor mendekati filem mesum, KCB bagus di :

  • Nilai yang disampaikan keknya berhasil
  • Memunculkan pemain2 baru dan kalau sering diasah, keknya jadi pemain bagus

Bagaimana ya yang versi Sinetron?

Denger2 pemainnya mayoritas mencomot dari versi filemnya, dan sepertinya banyak cerita2 yang baru dan tidak ada di filmnnya, hehe, namanya juga sinetron, bisa jadi menyontek novel atau dramatisasi yang memang identik dengan sinetron gitu loh.

Ok, selamat menikmati bagi yang menikmati, karena saya tidak suka sinetron, jadi nunggu komentar dari anda yang pasang mata di depan layar kaca.

Filed under: Uncategorized, , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: