Nge-Blog ala Kang Yunan

Icon

Kehidupan, IT, Teknologi Informasi, Gosip, Film, Artis, Budi Anduk, Sosial, Komunitas, Pemerintahan, Rumah Tangga, Masyarakat, Kuliner, Makanan, New Idea, Sport, Olahraga, Liputan, Ulasan, Renungan, Agama, Islam

Dinas Pendidikan dan Seamolec, Bikin Jaringan Teknologi Informasi di Sekolah

DINAS Pendidikan Jatim bekerja sama dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (Seamolec). Kerja sama itu dilakukan untuk mewujudkan jaringan teknologi informasi di sekolah-sekolah yang menjadi partnernya.

Jaringan tersebut bisa menjadi dasar pelaksanaan ujian secara online. Artinya, beberapa sekolah yang tergabung bisa melakukan ujian dengan satu soal, kemudian dibahas bersama-sama dengan satu narasumber melalui teleconference.

”Namun, untuk saat ini, tahapnya baru sampai pengujian metode. Belum sampai diterapkan pada unas,” ujar Direktur Seamolec Gatot Hari Priowirjanto.

Rencananya, mereka membuka pendaftaran dengan kuota 7 ribu SMA sederajat dan 500 SMP sederajat. Pendaftarnya lebih diutamakan untuk sekolah-sekolah SSN, RSBI, dan SBI. Sebab, teknologi yang mereka miliki lebih memadai. Namun, tidak menutup kemungkinan sekolah selain itu bisa mendaftar.

”Dengan jaringan tersebut, diharapkan sekolah tidak hanya bersaing dengan sekolah di wilayahnya, tapi juga bisa sampai ke mancanegara,” terang Gatot.

Untuk melaksanakan program itu, kemarin (12/1) mereka mengundang sekolah-sekolah di Jatim untuk melihat presentasi di SMKN 1 Surabaya. Dalam presentasi tersebut, selain ditunjukkan cara kerja jaringan teleconference, berbagai karya siswa SMKN 1 ditampilkan.

Sekolah di Jalan A. Yani itu memang menjadi salah satu partner Seamolec sejak tahun lalu. Mereka mengikuti kegiatan partnership dengan sekolah di luar negeri melalui perantara Seamolec. ”Sejak kerja sama tersebut, saya akui kemampuan siswa-siswi di sini memang lebih meningkat dan mereka jadi lebih semangat berkarya,” ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Surabaya Moedianto.

Beberapa alat yang diperagakan siswa-siswi SMKN 1 itu merupakan temuan mereka di bidang software. Ada software berupa kamus online dan pendeteksi penyakit.

”Ini lebih murah karena download-nya tidak perlu bayar. Kami semua yang membuat kode-kodenya,” ujar Putri Diyah Citra Nurmalasari, salah seorang siswa yang berpresentasi. (sha/dos, jawapos.com)

Filed under: Good Idea, Indonesia, News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: