Angket Bank Century sudah bergulir lama, tetapi puncak dari gunung es itu skarang sudah terbentuk, apakah arah hak angket ini, akan berbahaya bagi kelangsungan tata pemerintahan SBY Budiono atau hanya seperti nasib hak angket-angket sebelumnya, mambu dimakan kompromi politik tingkat tinggi.
Berikut analisa seorang popok bawang di dunia politik tentang arah gerak angket century :
1. Menelusuri Golnya kebijakan duit Talangan kok bisa dikasih ke bank yang sudah gagal.
2. Mengadili pentolan2 pemegang kekuasaan di bidang Keuangan dan tentu saja atasnnya juga kali ya.
3. Jika tidak terkendali, bisa jadi SBY sebagai tampuk kekuasaan Eksekutif bisa lengser karena dia juga sebagai penanggung jawab atas semua perilaku anak buahnya.
4. Menelusuri dan mengembalikan duit LPS (katanya bukan uang Negara) dari para tikus-tikus kotor.
5. Membuka kepada publik kebrobrokan sistem yang berlaku di masanya.
Semoga semua anggota Pansus Bank Century ini mempunyai nurani untuk membuka dan mengadili kebijakan pemerintah yang memang salah.
Mengapa harus muncul SKPP (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutatan) dari Kejaksaan, padahal berkas perkara Chandra dan Bibit sudah P21 alias lengkap. Usaha ini dilakukan oleh Eggy Sudjana, OC Kaligis, dan Farhat Abbas. Kebetulan mereka punya provesi yang sama, yakni : Lawyer alias pengacara.
Tunjuk hidung sudah pasti bisa ditebak, Mentri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Guberner BI waktu itu Budiono, wah bikin rame nich. Kedua orang ini sekarang menjadi icon semua yang berhubungan dengan kasus bank century, mulai angket dan kasus bibit candra.
Melihat liputan di media massa tentang pembagian daging kurban itu kok sangat mengerikan, memang sich ini case by case, tetapi metode pembagian daging kurban yang tidak tepat menjadikan masalah baru. Tidak hanya korban luka yang timbul tetapi bisa juga korban jiwa, sebagaimana kejadian pembagian (antri) zakat pas menjelang idul Fitri.
