Film ini bercerita tentang perjuangan seorang perempuan (Anissa , yang diperankan Revalina S Temat) di lingkungan Pesantren. Dia tidak boleh melanjutkan pendidikan di luar pesantren, meski dia mendapat beasiswa.
Dalam percakapan sang kiai (ayah annisa) dalam penolakan ini yang perlu dikritisi, karena sebenarnya di dalam Islam, semua manusia baik cowok dan cewek wajib menuntut ilmu. Tetapi dari pemikiran ayahnya, dilekatkan dengan pesantren dan islam, memberi penjelasan bawah di dalam pesantren (islam) perempuan tidak boleh belajar lebih tinggi.
Di dalam Alquran telah dinyatakan, bahwa orang yang berilmu akan dinaikkan beberapa derajat. ini berlaku bagi semua baik laki-laki maupun perempuan.
Kemudian, di adegan bakar membakar buku, sepertinya ini sebuah pendramatisiran masalah. Karena dengan pembakaran buku – buku yang tidak sesuai dengan “pendapat” pesantren, tidaklah patut. Bisa saja dengan model lain.
Film ini menggunakan OST lagu dari Opick yang dinyanyikan Siti Nurhalizah. Dan kalau anda mau melihat Trailernya monggo lihat disini.
Filed under: Movie, Opinion, Personal, berkalung, bioskop, Film, hanung, Indonesia, kritik, perempuan, sensor, sorban
Komedi situasi yang berisi cuplikan dan potongan scane yang bertajuk Tawa Sutra XL saya nobatkan sebagai acara penghilang stress dan paling ngocol perut nomer satu diantara acara-acara lawakan lain.

